Selasa, 30 November 2010

MASALAH-MASALAH KESEHATAN

MASALAH - MASALAH KESEHATAN LINGKUNGAN
Makanan dan Minuman yang Mengandung Masalah Kesehatan   
Berkaitan dengan makanan, tubuh kita dikatakan sehat bila makanan yang kita konsumsi terdiri dari 20% makanan yang bersifat asam, dan 80% makanan yang besifat alkali.
Makanan yang tergolong bersifat asam seperti : daging, telur, keju, seafood, makanan olahan dalam kaleng (misal : sarden), garam, gula, alkohol, dan sejenisnya.
Makanan yang tergolong bersifat alkali seperti : sayuran, buah-buahan, dan yang sejenisnya.
Apabila kita terlalu banyak mengkonsumsi makanan bersifat asam, maka kadar keasaman dalam tubuh kita akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan beberapa penyakit serius seperti :
·         Jantung
·         Paru-paru
·         Ginjal
·         Tekanan darah tinggi
·         Stroke
·         Diabetes
·         Kolesterol tinggi, dll.
Itu semua kondisi nyata makanan dan minuman yang kita konsumsi tiap hari. Lalu bagaimana dengan kandungan zat pewarna, zat pengawet, dan zat kimia (penyedap) dalam makanan atau minuman yang tanpa Anda sadari telah Anda konsumsi tiap hari selama bertahun-tahun racunnya menumpuk dalam tubuh Anda.
1.Boraks
 Merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus pada makanan seperti bakso dan kerupuk.
Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan yang kas yang berbeda dari bakso yang menggunakan banyak daging, sehingga terasa renyah dan disukai serta tahan lama. Sedang kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah. 
Dalam industri borks dipakai untuk mengawetkan kayu, anti septic kayu dan pengontrol kecoa. Bahaya boraks terhadap kesehatan diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lender. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama atau berulang-ulang akan memiliki efek toksik. Pengaruh kesehatan secara akut adalah muntah dan diare. Dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, nafsu makan menurun, anemia, rambut rontok, dan kanker.
2.Pemanis Buatan

BPOM menjelaskan pemanis buatan hanya digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula, namun kenyatannya banyak ditemukan pada produk permen, jelly dan minuman yang mengandung pemanis buatan.
Dan ini juga bukan hanya ditemukan pada merk-merk terkenal, tapi juga padaprodukyangberiklanditelevisi. 
Bukan Cuma mengandung konsentrasi tinggi, tapi produk ini juga berupaya menyembunyikan sesuau. Beberapa produk bahkan juga tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis buatan Aspartam. Pemakaian Aspartam berlebihan memicu kanker dan leukimia pada tikus, bahkan pada dosis pemberian Aspartam hanya 20mg/Kg BB. 

3.Pewarna Tekstil

Zat pewarna alami sudah dikenal sejak dulu dalam industri makanan untuk meningkatkan daya tarik produk makanan sehingga konsumen tergugah untuk membelinya. Namun celakanya ada juga penyalahgunaan dengan adanya pewarna buatan yang tidak diizinkan untuk digunakan sebagai zat adiktif. Contoh yang sering ditemui adalah penggunaan bahan pewarna Rhodamin B, yaitu zat pewarna yang lazim digunakan dalam industri tekstil, namun digunakan dalam zat pewarna makanan.
Berbagai penelitian dan uji telah membuktikan bahwa penggunaan zat makanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati. 



Air yang Mengandung Masalah Kesehatan
1.Kaporit
Sebagaimana Anda ketahui, umumnya diantara kita mengkonsumsi (berlangganan) air ledeng. Air ledeng, berasal dari air sungai yang telah diproses dengan menambahkan kaporit sebagai zat desinfektan. Tahukah Anda bahwa zat kimia kaporit dapat menyebabkan penyakit kanker. Padahal beberapa organ penting tubuh kita sangat bergantung pada air.
Manfaat Kaporit :

Tanpa kita sadari, kaporit yang terkandung dalam air yang kita gunakan untuk mandi dua kali sehari ternyata merupakan penyebab utama masalah kecantikan
dan kesehatan kita.
Calsium Hypochlorite (CaOCI2) atau Kaporit umum ditambahkan ke dalam air kran dan kolam renang sebagai disinfektan pembunuh bakteri patogen seperti E.coli, pembasmi lumut serta jentik nyamuk. Namun demikian, kadar kaporit dalam air kran perkotaan yang cukup tinggi seringikali berdampak pada kesehatan dan kecantikan.
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan di AS (US EPA - Environmental Protection Agency), Klor (Cl) sehagai bahan baku kaporit (CaOCl2) diklasifikasikan dalam kelompok pestisida (yang penggunaannya ditujukan untuk membunuh organisme hidup).

Bahaya Kaporit :

Penambahan kaporit ke dalam air akan menghasilkan senyawa kimia sampingan yang bernama Trihalometana (THM). Senyawa ini banyak diklaim oleh para pakar air di luar negeri sebagai penyebab produksi radikal bebas dalam tubuh ( mengakibatkan kerusakan sel dan bersifat karsinogenik ).
Penelitian lain di Hartford, Connecticut, AS menemukan "Wanita dengan kanker payudara mempunyai kadar organochlorines (zat sampingan klorinasi) lebih tinggi hingga 50-60% lebih tinggi di dalam jaringan payudaranya dibanding mereka yang tidak mempunyai kanker.

- Kaporit Dalam Air Hangat

Fakta yang lebih mengejutkan adalah bahwa efek negatif kaporit terhadap tubuh manusia sebanyak 70% bukan masuk melalui air yang diminum, melainkan dari uap klor (kloroform) dalam kaporit yang terhirup saat mandi, ditambah dengan penyerapan kaporit melalui kulit.
Hal ini terutama saat mandi dengan air hangat.
Selain meningkatkan jumlah kaporit yang menguap, air hangat juga membuka pori-pori kulit. Dengan demikian kaporit terhirup dan terserap kulit dan langsung masuk ke pembuluh darah
Penelitian di AS menunjukkan bahwa jumlah klor dalam kaporit yang masuk ke dalam tubuh dalam satu kali mandi air hangat setara dengan jumlah klor yang dapat masuk melalui air minum sebanyak 2 liter / harinya.

- Efek Kaporit Terhadap Kulit Dan Rambut

Kulit dan rambut sebagai organ pertama yang bersentuhan dengan air kran akan menunjukkan reaksinya terlebih dahulu dengan menunjukkan tanda-tanda "penuaan dini"
1.Kaporit merusak lapisan kolagen pada kulit, terjadi proses penuaan melalui                                  perusakan sel, menyebabkan kulit terlihat kusam dan tampak tua sebelum   waktunya,

2. Kaporit merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan kulit terasa ketat dan    kering. Pada bayi, anak-anak seringkali terjadi iritasi kulit dan biang keringat, atau sering dikatakan sebagai "alergi". Hal ini terjadi karena lapisan terluar pada epidermis kulit yang berfungsi sebagai penahan debu dan kotoran mengalami kerusakan dan tak mampu menjalankan fungsinya lagi.

3. Kaporit merupakan salah satu pemicu terjadinya Keratinisasi kulit,.yaitu penumpukan sel kulit mati pada epidermis kulit di mana sel kulit mengeras, gepeng dan kehilangan inti selnya. Akibatnya kulit wajah terasa tebal dan tak segar, membuat bedak tak mau menempel sempurna. Jerawat dan komedo mudah muncul karena minyak hasil produksi sebum tidak dapat keluar ke permukaan kulit dan tersumbat.

4. Pada rambut, kaporit merusak batang rambut dan mengiritasi kulit kepala dan memperburuk kondisi ketombe dan rambut rontok. Rambut yang mengalami proses kimia seperti pewarnaan, pengeritingan dan pelurusan (rebonding) akan semakin kering dan mudah patah akibat kaporit. Rambut menjadi susah diatur, tampak kusam dan kasar.

. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar